Festival Budaya dan Wisata ASBADATA Barito Utara 2026 Resmi Dibuka, Jadi Upaya Lestarikan Kuntau dan Budaya Dayak
00:00
00:00
MUARA TEWEH – Festival Budaya dan Wisata Asosiasi Seni Bela Diri Adat Dayak (ASBADATA) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 resmi dibuka, dengan menampilkan berbagai atraksi budaya dan seni bela diri kuntau yang menjadi warisan leluhur masyarakat Dayak.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, tokoh adat, pengurus ASBADATA, para peserta festival, serta masyarakat Kota Muara Teweh.
Hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Dandim 1013/Muara Teweh, Pasi Intel Kodim 1013/Mtw Kapten Inf. Edy Sugiarto, mewakili Kapolres Barito Utara Kasat Binmas AKP T. Agus Sujitno, mewakili Bupati Barito Utara Asisten III Setda Hj. Annisa Cahyawati, S.Ag., M.Si., Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Pariadi AR, SKM, Sekcam Teweh Tengah Sonny Imanuel Handriano, S.STP., M.I.P., Perwakilan KORMI Barito Utara Saleh Purwanto, S.E., Ketua Batamad Barito Utara Awingnu Setahan, Ketua ASBADATA Barito Utara Erni Sulastri, para tokoh adat Dayak, pengurus ASBADATA, panitia, peserta festival, hingga masyarakat umum.
Rangkaian acara diawali dengan tarian penyambutan, dilanjutkan atraksi kuntau dari ASBADATA, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Barito Utara Segah, Mars Bawi Dayak, laporan ketua panitia, sambutan-sambutan, doa, dan penutup.
Sebanyak 11 perguruan dan sanggar seni turut ambil bagian dalam festival ini, yakni Perisai Kalimantan Cabang Teweh Baru, Perisai Kalimantan Cabang Teweh Timur, Perisai Kalimantan Cabang Gunung Purei, Kuntau Bangkui Butong Tana Mape, Perguruan Pusaka Bura Jingah Junjung Joer (Turunan Tiong Gomba), Kuntau Batawiliar, Antang Batuah, BFC–SMK Seni Main Kuntau, Sanggar Seni Kuntau Bukit Tunggal, Perguruan Pencak Silat Kuntao Wira Sejati, serta Sanggar Bangkui Tunggal.
Dalam sambutan Bupati Barito Utara yang dibacakan oleh Asisten III Setda, Hj. Annisa Cahyawati menyampaikan bahwa Festival Budaya dan Wisata ASBADATA merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam melestarikan tradisi Kuntau Migas sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Menurutnya, festival ini menjadi wadah penting untuk menjaga budaya lokal agar tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
"Festival Budaya dan Wisata ASBADATA Tahun 2026 ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi merupakan upaya bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan budaya Kuntau kepada generasi penerus. Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai kedisiplinan, ketangkasan, keberanian, sportivitas, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat," ujar Hj. Annisa Cahyawati saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan saling menghormati.
"Saya mengajak seluruh peserta dari berbagai perguruan untuk bertanding secara sportif, menjaga persaudaraan, dan menjadikan festival ini sebagai sarana mempererat silaturahmi. Kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita bersama-sama menjaga agar budaya daerah tetap hidup, berkembang, dan dicintai oleh generasi muda," tambahnya.
Melalui festival tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap seni bela diri kuntau beserta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus berkembang serta menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Barito Utara.
Jurnalis : Anang Fauzi
Sumber : Tim
Jurnalis : Anang Fauzi
Sumber : Tim
https://www.seputarbaritoutara.com/2026/07/festival-budaya-dan-wisata-asbadata.html

Posting Komentar