BPBD Barito Utara Berhasil Tangani Dua Karhutla, Luas Lahan Terbakar Mencapai 1,9 Hektare
Muara Teweh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara kembali bergerak cepat menangani dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, serta di Jalan Lintas Provinsi Muara Teweh–Banjarmasin KM 18, Kecamatan Teweh Baru, pada Senin (3/8/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Barito Utara HM Ikhsan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, mengatakan kedua kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB BPBD bersama unsur terkait setelah menerima laporan dari masyarakat dan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
Di Desa Bintang Ninggi II, petugas melaksanakan pemadaman lanjutan terhadap kebakaran yang sebelumnya telah ditangani. Berdasarkan hasil pengecekan anggota MPA Traheyan, di lokasi masih ditemukan kepulan asap sehingga tim kembali diterjunkan sekitar pukul 09.58 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.
"Setibanya di lokasi, petugas menemukan beberapa titik api yang masih menyala dan segera melakukan pemadaman menggunakan jet shooter, selang nozzle serta mesin pompa air. Hingga sekitar pukul 17.40 WIB, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya karena kondisi asap yang cukup pekat, berisiko bagi personel, serta keterbatasan penerangan saat malam hari. Pemadaman akan dilanjutkan pada hari berikutnya," ujar Rizali Hadi.
Operasi pemadaman di lokasi tersebut melibatkan TRC-Pusdalops BPBD, Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, aparat Desa Bintang Ninggi II, MPA Traheyan, Manggala Agni, serta PT Bima. Berbagai peralatan dikerahkan, di antaranya mobil water supply BPBD, kendaraan operasional personel, mobil sarana BPBD, water tank milik PT Bima, mesin pompa air portable milik warga, serta peralatan pendukung dari Manggala Agni.
Kebakaran di Desa Bintang Ninggi II merupakan kebakaran permukaan pada lahan mineral dengan vegetasi berupa tumpukan pepohonan, dedaunan, dan semak belukar. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 0,97 hektare.
Sementara itu, di lokasi kedua yang berada di Jalan Lintas Provinsi Muara Teweh–Banjarmasin KM 18, Kecamatan Teweh Baru, BPBD menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 11.35 WIB mengenai kebakaran lahan yang berpotensi meluas hingga mendekati kawasan permukiman.
Tim BPBD kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dan menemukan sejumlah titik api yang masih aktif. Proses pemadaman dilakukan menggunakan jet shooter, selang nozzle, serta mobil water supply BPBD hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.
Penanganan di lokasi ini melibatkan TRC-Pusdalops BPBD, personel Polsek Teweh Tengah, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan terdiri atas satu unit mobil water supply, satu unit mobil pikap BPBD, tiga unit sepeda motor CRF, dan lima unit jet shooter.
"Kebakaran di KM 18 berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai meluas ke kawasan permukiman. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,93 hektare dengan karakteristik kebakaran permukaan pada lahan mineral," jelas Rizali.
Rizali Hadi mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
"Sinergi masyarakat, aparat desa, MPA, Manggala Agni, perusahaan dan seluruh unsur terkait sangat penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla. Kami berharap masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca saat ini cukup rawan memicu kebakaran lahan," pungkasnya.
Posting Komentar