Iklan

Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP

00:00
00:00
Barito Utara — Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MonEv) bagi peserta Program Guru Muda. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut program magang mahasiswa FKIP UPR yang ditempatkan di sejumlah sekolah binaan YBHP di Kabupaten Kapuas dan Barito Utara selama satu semester.

Sebanyak 15 peserta Guru Muda Angkatan 5 yang tersebar di 13 sekolah binaan YBHP tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti proses evaluasi tersebut. Monitoring dilakukan langsung di masing-masing sekolah dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi pembelajaran di lapangan.

Melalui kegiatan ini, YBHP dan FKIP UPR ingin memastikan para Guru Muda mampu menjalankan tugas secara optimal, terutama dalam kompetensi pedagogi dan pengelolaan kelas. Evaluasi juga dilakukan terhadap kesiapan perangkat pembelajaran, mulai dari modul ajar hingga media pembelajaran yang digunakan selama proses belajar mengajar.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menjalani praktik mengajar yang disupervisi langsung oleh dosen FKIP UPR. Setelah kegiatan belajar berlangsung, dilaksanakan sesi diskusi dan refleksi bersama antara mahasiswa, dosen, dan pihak sekolah guna memberikan masukan serta evaluasi konstruktif.

Wakil Dekan I FKIP UPR, Eli Karliani, menyampaikan bahwa Program Guru Muda merupakan bentuk nyata kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah 3T seperti Kabupaten Kapuas dan Barito Utara.

“Program Guru Muda sangat mendukung bagaimana kampus, industri, dan pemerintah hadir bersama untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan berbagai keterbatasan. Kehadiran YBHP melalui sekolah binaannya menjadi bukti kontribusi industri dalam mendukung keberlangsungan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, masih ada sejumlah sekolah yang belum mendapatkan pendampingan dan monitoring secara maksimal. Karena itu, kerja sama antara YBHP dan FKIP UPR dinilai menjadi langkah strategis dalam membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas capaian sekolah.

Selain berdampak pada sekolah, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa calon guru. Para Guru Muda tidak hanya menerapkan teori yang diperoleh selama kuliah, tetapi juga belajar menghadapi dinamika pembelajaran secara langsung, mulai dari pengelolaan kelas, interaksi dengan siswa dan guru, hingga beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.

“Pengalaman ini membentuk calon guru yang lebih siap, tidak hanya dari sisi kompetensi pedagogik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran,” tambah Eli.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak sekolah binaan. Guru SDN 3 Lemo I, Edianto, menilai kehadiran Guru Muda membawa suasana dan pendekatan baru dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Program Guru Muda sangat baik karena menghadirkan ide-ide baru, seperti implementasi pembelajaran berfase untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Selain itu, program ini juga memperkuat kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional YBHP, Yogie Astra Satriya, mengatakan bahwa Program Guru Muda menjadi bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan pada sektor pendidikan.

“Program Guru Muda menjadi media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan sebagai bagian dari pengembangan calon guru masa depan. Di sisi lain, program ini juga membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah binaan YBHP. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berkesinambungan dan selaras dengan strategi pengembangan CSR di pilar pendidikan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, YBHP dan FKIP UPR menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan di daerah. Program Guru Muda tidak hanya membantu memperkuat kapasitas sekolah binaan, tetapi juga mempersiapkan calon pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di lapangan.

Tentang Yayasan Bina Harati Pama

Yayasan Bina Harati Pama merupakan lembaga yang fokus pada pengembangan pendidikan di wilayah binaan melalui berbagai program berkelanjutan dan berdampak. Yayasan ini berada di bawah naungan sejumlah entitas, yakni PT Pamapersada Nusantara, PT Asmin Bara Bronang, PT Telen Orbit Prima, PT Agung Bara Prima, PT Suprabari Mapanindo Mineral, PT Kalimantan Prima Persada, PT United Tractors, serta PT Energia Prima Nusantara. (Anangf/tim)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP
  • Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP
  • Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP
  • Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP
  • Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP
  • Sinergi Kampus dan Industri, Program Guru Muda Perkuat Pendidikan di Sekolah Binaan YBHP

Posting Komentar