Implementasi Business Continuity Management, BRI Muara Teweh Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran
00:00
00:00
MUARA TEWEH - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Muara Teweh melaksanakan kegiatan Business Continuity Management (BCM) sebagai agenda rutin tahunan pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini diwujudkan melalui simulasi evakuasi dan penanggulangan bahaya kebakaran guna menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen perbankan dalam memprioritaskan keselamatan seluruh karyawan dan nasabah di lingkungan kantor.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memastikan kesiapan di seluruh lini operasional dalam menghadapi berbagai potensi gangguan. Risiko yang diantisipasi meliputi bencana alam, gangguan sistem teknologi informasi, hingga kondisi krisis yang dapat memengaruhi stabilitas layanan perbankan. Dengan persiapan yang matang, BRI berupaya tetap tangguh dalam memberikan pelayanan meski berada dalam situasi darurat.
Simulasi yang digelar di lingkungan kantor BRI Muara Teweh ini melibatkan seluruh pekerja serta unit kerja terkait untuk memperagakan skenario kondisi darurat kebakaran. Para peserta diinstruksikan untuk melakukan respons cepat melalui aktivasi prosedur tanggap darurat dan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Proses evakuasi dilakukan secara teratur menuju titik kumpul yang telah ditetapkan sesuai standar keselamatan kerja.
Melalui latihan ini, BRI tidak hanya menonjolkan aspek keselamatan, tetapi juga menguji efektivitas implementasi Business Continuity Plan (BCP) yang telah disusun. Pengujian mencakup kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan di bawah tekanan, hingga kualitas koordinasi antar tim dalam menjaga layanan. Hal ini dilakukan agar operasional perbankan tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti bagi masyarakat luas.
Pemimpin BRI Branch Office Muara Teweh, Dwi Nur Cahyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan BCM secara konsisten merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan bisnis perusahaan. “Melalui simulasi ini, kami memastikan seluruh pekerja memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya risiko kebakaran. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan pekerja, melindungi nasabah, serta memastikan layanan tetap berjalan dengan optimal,” ujar Dwi Nur Cahyo.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari implementasi manajemen risiko terintegrasi yang bertujuan melindungi kepentingan nasabah dan meminimalisir dampak operasional. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, BRI terus memperkuat sistem operasional agar tetap adaptif dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Fokus utama perusahaan adalah memastikan kepercayaan nasabah tetap terjaga melalui kesiapsiagaan yang teruji di segala kondisi. (Anangf/Tim)
https://www.seputarbaritoutara.com/2026/04/implementasi-business-continuity.html
Posting Komentar